Ciblon Waterboom

Ciblon Waterboom merupakan wisata air yang bisa kamu kunjungi di Jlan Yos Sudarso Kora Brebes. Letaknya yang strategis menjadikan wisata ciblon waterboom ini cukup dikenal banyak orang. wisat air yang satu ini kerap ramai pengunjung saat hari libur tiba. berkunjung kesini akan membuat kamu segar kembali. dan disini juga kamu bisa bermain air sepuasnya sesuka hati. Beberapa fasilitas yang bisa dinikmati di Ciblon Waterboom, yaitu : kolam renang dangan kedalaman yang bervariasi, slider dengan ketinggian sekitar 12m, lintas kolam permainan ember tumpah, sauna, tempat fitnes, tempat senam aerobik, kamar mandi, ruang ganti, cafe dan area parkir.

Pantai Randusanga Indah (PARIN)

Pantai Randusanga Indah atau lebih dikenal dengan sebutan PARIN terletak di Desa Randusanga kulon, kecamatan Brebes yakni sekitar 7 km dari jalan raya pantura Kota Brebes. Disepanjang jalan menuju pantai Randusanga akan banyak ditemui perkebunan bawang merah yang menghampar luas, sedangkan mendekati lokasi pantai, akan banyak ditemui tambak-tambak yang umumnya digunakan untuk budidaya ikan bandeng dan rumput laut.

Lokasi diwilayah sekitar pantai akan dijumpai panorama pantai yang masih alami disertai fasilitas mainan anak (waterboom), mandi laut, penggung gembira, arena balap ATV, camping ground, cafe, serta perahu wisata dan rumah makan khas ikan laut bakar serta kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Brebes berupa telur asin dan bawang merah. Menjelang senja hari para pengunjung dapat menikmati indahnya panorama terbenamnya matahari di cakrawala pantai Randusanga.

Vidiana Marsella dan Frido Oktoria Anggada dinobatkan sebagai Wakil Duta Wisata Kabupaten Brebes 2017

Pariwisatabrebes Malam Grand Final pemilihan Sinok dan Sitong Brebes 2017 menobatkan Vidiana Marsella dan Frido Oktoria Anggada sebagai duta wisata Brebes 2017. Mereka berhasil menyingkirkan 18 finalis lain dengan perolehan nilai yang cukup tinggi.

Informasi yang dihimpun, malam puncak pemilihan Sinok dan Sitong Brebes 2017 digelar di Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes pada Minggu (10/09/2017) malam. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat Brebesan salah satu karya Ardjono Oesman desain ternama kelahiran Brebes.

Juara Sinok dan Sitong Brebes 2017 Sebanyak 97 peserta diuji dalam kegiatan seleksi tersebut telah berhasil menyingkirkan 77 peserta lain dalam grup penyisihan babak pertama, untuk babak kedua dari 77 peserta dipilih 20 finalis di hari selanjutnya (4-9 September 2017) bertempat di Hotel Kencana Brebes

Ketua Dewan Juri Sinok dan Sitong Brebes, Drs. Kasno, M.Pd mengatakan penentuan kejuaraan merupakan hasil akumulasi dari seluruh aspek penilaian. Selain itu, hasil pemenang juga murni sesuai dengan kemampuan masing- masing serta berdasarkan kesepakatan juri mulai dari tahap seleksi, karantina dan pembekalan sampai dengan malam grand Final.

“Ini adalah keputusan kami sebagai Dewan Juri yang mutlak, tidak dapat diganggu gugat,” ujarnya Sabtu (10/09/2017) dini hari, setelah malam Grand Final.

Dikemukakan, berdasarkan Surat Keputusan No 556/145/PSSDW/2017menetapkan juara I Sitong meraih nilai 1550 sedangkan juara I Sinok Brebes meraih nilai 1650. Juara II Sitong Brebes diraih Aditya dwi Novianto dengan nilai 1500 didampingi juara II Sinok Siti Ayu Siukmawati nilai 1600. Diposisi ke-3 untuk Sitong diperoleh Tio Hadi Purnomo nilai 1475 disampingnya ada juara III Sinok Yuanita Citra Lestari nilai 1575.

Juara Harapan I Sitong diraih M. Naufal bagus P didampingi Sinok Meiliya Finanda Fauzy, Juara Harapan II Sitong Rd. M. Noor Izzulhaq didampingi oleh Sinok Agustin Salsabila Amri, Juara harapan III diraih oleh Sitong  Rifqy Alfarian Irawan didampingi oleh Sinok Medhita Nursasi Afrilia Putri, Juara Persahabatan Sitong Satria Pramudyandi didampingi Sinok Ghinasafaa Auliza. “Untuk juara favorite sesuai dengan penilaiah dewan juri rahasia dibantu oleh pihak Pokdarwis Mangrovesari Pandansari dalam keseharian kegiatan karantina diraih oleh Sitong Ilham Satya Lova didampingi Shaila Nurul Aini. Disamping itu masih ada juara intelegensia dinobatkan kepada Iskanda Azis dan Oktaviani Hendrikawati, Juara Kepribadian yang terakhir yakni Andhika Putra Saddana dan Evita Esmeralda,” urai Teddy Sambodo salah satu Dewan Juri Grand Final Sinok Sitong Brebes 2017.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Brebes, Ir. Amin Budi Raharjo mengatakan setelah terpilih sebagai pemenang, Vidiana Marsella dan Frido Oktoria Anggara akan mewakili Brebes mengikuti pemilihan duta wisata tingkat Jawa Tengah.

“Mereka akan mendapat tugas berat, ikut memikirkan bagaimana mengembangkan pariwisata di Brebes dan ikut terlibat dalam acara yang digelar Pemkab,” pungkas Amin (g5744sr).

Gandeng Tenaga Pendidik Untuk Promosikan Wisata Dalam Daerah

Pariwisata Brebes – Bertempat di Hotel Kencana Brebes sebagai start kegiatan Jelajah Wisata Dalam Daerah 2017, sebagai tindaklanjut dari kegiatan Ikatan Forum Duta Wisata Brebes (IFDWB) Goes To School di beberapa wilayah Kabupaten Brebes yang seharusnya dilaksanakan 27-28 Agustus 2017 diselenggarakan pada tanggal 1-2 Agustus 2017, gelaran acara ini bertujuan melihat secara langsung potensi wisata di masing-masing Daya Tarik Wisata (DTW), diikuti oleh perwakilan tenaga pendidik tingkat SMP dan SMA/SMK wilayah Utara, Tengah dan Selatan sejumlah 17 Perwakilan, 15 panitia penyelenggara, 3 unsur perwakilan DTW Brebes, serta 1 perwakilan dari Forum Komunikasi Desa Wisata Tingkat Provinsi Jawa Tengah, dilepas oleh Kepala Bidang Pariwisata Dinbudpar Brebes, Iskandar Agung, S.Pi, M.Pi

Lingkungan Pendidikan memiliki kebutuhan akan kegiatan ekstrakurikuler, berupa kegiatan Pramuka, Paskibra, PMR, serta Darma Wisata, dan sejenisnya. Momen kegiatan inilah yang kami tangkap sebagai ajang promosi pariwisata, bukan hanya berdarma wisata tetapi memberikan nilai-nilai edukasi, kreatifitas, serta rasa cinta tanah air. Lokasi sebagai agenda Jelajah Wisata ini, antara lain : (1) Wisata Mangrovesari Pandansari Kaliwlingi Brebes, (2) Waduk Malahayu Banjarharjo Brebes, (3) Wisata Puncak Kalibaya Gunung Lio Salem Brebes, (4) Wisata Body Rafting Ranto Canyon Winduasri Salem Brebes, (5) Wisata Panenjoan Wanoja Salem Brebes, dan (6) Wisata Rekreasi Kubang Bali Resort.

Meskipun berbagai DTW bermunculan di Kabupaten Brebes, namun dirasa kurang diketahui oleh pasar di kalangan tenaga pendidik. Ini menunjukan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes perlu mengadakan ajang promosi pariwisata secara langsung ke lokasi DTW kepada tenaga pendidik. Melihat hal ini Dinbudpar Brebes dalam hal ini Bidang pariwisata perlu mengadakan kegiatan promosi pariwisata Brebes secara berkelanjutan, sekaligus memberikan brosur-brosur paket wisata masing-masing DTW yang ada di Kabupaten Brebes. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta Mulyaningsih, mengapresiasikan kegiatan ini, ditambah kesan yang begitu luar biasa, tinggal bagaimana masyarakat atau pengelola wisata mengelola potensi yang ada menjadi tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi sekaligus menjadi aset daerah.

Kubang Bali Resort sebagai point terakhir penyelenggaraan Jelajah Wisata, bertempat di Aula KBR sebagai closing of adventure. Online tidak akan menggantikan offline. Justru keduanya harus diintegrasikan untuk membangun pengalaman peserta jelajah wisata yang lebih baik lagi. Pengalaman baik tersebut akan menumbuhkan apa yang disebutkan brand commitment kepada peserta pada DTW yang dikunjunginya. Tentunya dukungan serta kolaborasi Dinbudpar Brebes, Pengelola DTW kepada sekolah-sekolah untuk dapat menciptakan paket wisatanya masing-masing melalui brosur, leaflet dengan “sistem jemput bola agar mampu merespon setiap titik customer path saat ini.

Ucapan terima kasih atas partisipasinya serta permohonan maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan Jelajah Wisata ini agar kedepan pelaksanaan promosi pariwisata daerah dapat terus ditingkatkan dan berkesinambungan ditahun mendatang pungkas Iskandar Agung (g5744sr).

Pokdarwis “Geger Halang Malahayu” Raih Juara I Jambore Pokdarwis Tingkat Kabupaten Tahun 2017

Pariwisata Brebes- Bertempat di Agro Wisata Kebun Teh Kaligua, Dinbudpar Kabupaten Brebes Bidang Pariwisata menggelar agenda untuk yang pertama kalinya Jambore Pokdarwis diikuti oleh 11 Kelembagaan Pokdarwis Brebes dari tanggal 7 /sd 9 Agustus 2017.

Mengambil Tema Penguatan Kelembagaan Pariwisata serta orientasi Pengembangan Kelompok Sadar Wisata dihadiri oleh Muspika setempat, perwakilan PTPN IX Kaligua, serta hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Ir. Amin Budi Raharjo, M.Pi dalam sambutan sekaligus pembukaan “Jamu Pedes” (Jambore Musyawarah Pokdarwis, Desa Wisata) memamparkan Jambore Kelompok Sadar Wisata tersebut untuk meningkatkan kualitas SDM bidang pariwisata. “Kami ingin meningkatkan peran dan posisi Pokdarwis sebagai unsur masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan,” ujarnya.

Iskandar Agung, S,.Pi, M.si selaku Kepala Bidang Pariwisata Dinbudpar Brebes mengharapkan majunya kepariwisataan di Kabupaten Brebes benar-benar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama warga di sekitar destinasi wisata. Serta masyarakat diminta terus memunculkan kreativitas dan inovasi-inovasi baru, sehingga muncul destinasi wisata baru. Sedangkan bentuk kegiatan Jambore adalah lomba kepariwisataan meliputi, tes tertulis, pre test mengenai kepariwisataan, studi kasus megenai Sapta Pesona, Aksi Sapta Pesona, paparan Sapta Pesona, Swa Foto dan apresiasi seni berupa yel yel.

Tim Penilai Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat Provinsi Jawa Tengah yaitu dalam hal ini diketuai oleh Supomo, M.Par dibantu oleh Eko Supriyanto serta Ali Khaedar melaksanakan penilaian terhadap 11 Peserta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Berdasarkan berita acara keputusan Dewan Juri Jambore Pokdarwis mengumumkan Juara Jambore Pokdarwis yakni :
Juara I / Juara Umum : Pokdarwis Geger Halang Malahayu Banjarharjo Brebes
Juara II : Pokdarwis Pandansari Paguyangan Brebes
Juara III : Pokdarwis Ranto Canyon Salem Brebes
Juara Harapan I : Pokdarwis Mangrovesari Pandansari Brebes
Juaran Hapan II : Pokdarwis Cipanas Buaran – Bantarkawung Brebes
Juara Harapan III : Pokdarwis Waduk Penjalin – Paguyangan Brebes
Juara Pre Test : Pokdarwis Ranto Canyon
Juara Swafoto : Pokdarwis Waduk Penjalin
Juara Yel-Yel : Pokdarwis Pandansari Paguyangan Brebes
Juara Test Tertulis : Pokdarwis Cipanas
Juara Studi Kasus : Pokdarwis Geger Halang Malahayu Banjarharjo Brebes
Juara Paparan : Pokdarwis Geger Halang Malahayu Banjarharjo Brebes

Dikatakan salah satu tujuan Jambore Pokdarwis ini adalah agar kelompok sadar wisata dapat memahami serta mampu serta mampu mewujudkan konsep sadar wisata dan prinsip prinsip sapta pesona, menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk mencintai tanah airnya. “Selain itu jambore ini dimaksudkan untuk menguatkan kerukunan anggota kelompok dengan masyarakat melalui partisipasi dan kerja sama dalam menggerakkan pembangunan kepariwisaat khususnya di wilayah ini,” Ujar Supomo, M.Par.

Seperti diketahui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Geger Halang Malahayu Banjarharjo Brebes terpilih berhak untuk mewakili Kabupaten Brebes ke tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam bulan Agustus 2017 ini. (g5744sr)

Lonjakan Wisatawan di Brebes Rata-Rata di H+2, Situasi Aman Terkendali.

Salah satu atraksi flying fox mini disediakan oleh Pengelola DTW Cawiri Banjarharjo Brebes

Lebaran dimanfaatkan untuk mengunjungi sanak saudara dan berkunjung ke tempat wisata sebagai nilai edukasi serta refreshing. Situasi seperti ini digunakan untuk berwisata bersama rekan dan saudara, apalagi menikmati pemandangan pesona waduk malahayu dari Gardu Pandang Cawiri serta atraksi mini flying fox dan panjat tebing yang disuguhkan oleh pihak pengelola Dadablanga . Dari hasil pantauan yang dilaksanakan oleh kontributor Pariwisata Brebes, rata-rata puncak arus wisatawan terjadi di H+2, yaitu di Daya Tarik Wisata (DTW) Dadablanga Cawiri Banjarharjo Brebes, seperti yang diungkapkan oleh Mustafid selaku koordinator pengelola wisata, terpantau bahwa kepadatan pengunjung sebesar 3500 wistawan, dan pada hari ini (29/06/2017) diprediksi kira-kira sejumlah 1000 pengunjung yang datang. Langkah yang dilakukan oleh pihak pengelola DTW Cawiri dalam menganitisipasi lonjakan pengunjung pada kemarin lusa (H+2) adalah dengan memberlakukan pos pos tiket tanda masuk di titik rawan kemacetan, tidak terpaku pada satu pos tiket, sehingga dapat mengurai serta meminimalisir kemacetan dibantu sejumlah anggota Satgas dari Polsek dan Koramil Banjarharjo sebagai langkah pengamanan sehingga tercipta situasi yang kondusif dan terkendali serta dari pihak Dinas Kesehatan Brebes mengirimkan beberapa personil untuk berjaga-jaga bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Becak air banyak diminati oleh pengunjung di BBM Banjarharjo Brebes

Terpisah, pihak otoritas Event Lebaran/ Idul Fitri 1438H/2017 di Waduk Malahayu dan BBM Banjarharjo Brebes yaitu Casta mengungkapkan situasi terpantau ramai lancar pada hari ini (29/06/2017). Mengalami lonjakan pengunjung pada H+2 dan situasi kondisi aman terkendali dengan jumlah pengunjung sebesar 8500 wisawatan, lalu langkah antisipasi dalam mengurai kemacetan sebagai evaluasi event lebaran tahun 2016 yang lalu yang mengalami kemacetan dari pertigaan Malahayu sampai dengan pintu masuk, pihaknya mengambil kebijakan untuk membuka kantong-kantong parkir sepanjang lokasi masuk DTW ini dengan memanfaatkan halaman rumah warga sekitar untuk dijadikan lahan parkir. Tak hanya menyuguhkan panorama alamnya saja Waduk Malahayu juga kini berhias diri dan berinovasi dalam menciptakan magnet wisatawan yang berkunjung yaitu dengan menyelenggarakan panggung hiburan rakyat, area permainan bebek dan mandi bola air, perahu wistawa, terapi ikan serta kuliner khas bandeng bakar ala BBM Malahayu Banjarharjo Brebes. Sampai saat ini situasi aman terkendali dibantu dengan pihak Satgas Polres dan Koramil Banjarharjo serta dari fasilitas layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Brebes. Namun sangat disayangkan jika dilihat dari pantauan udara unsur kebersihan kurang diperhatikan oleh Pengelola maupun para pengunjung, dikarenakan minimnya fasilitas tempat / tong sampah sebagai bahan evaluasi hasil monitoring dua DTW yang ada di Banjarharjo Brebes pada event lebaran 1438 H /2017 tahun ini. Demikian laporan dari kontributor pariwisatabrebes.net (g5744sr)

Lomba Foto Pariwisata Sadar Wisata dan Sapta Pesona 2017

IFDWB bukan hanya sekedar promosi tetapi memberikan informasi terkait kepariwisataan di Kabupaten BrebesUntuk kali pertama Ikatan Forum Duta Wisata (IFDWB) secara mandiri menyelenggarakan lomba foto Sadar Wisata dan Sapta Pesona dengan tema “RAMAH TAMAH & KENANGAN : HARMONIS, BERBUDAYA DAN NUANSA ALAM”. Siapa sih IFDWB ? IFDWB merupakan putra-putri terbaik di Kabupaten Brebes yang dipilih melalui ajang Sinok Sitong dimulai seleksi tingkat Kabupaten sampai dengan tingkat Provinsi dan Nasional. Melalui kampanye platfotm digital yang dilaksanakan oleh IFDWB, dimana komponen media sosial mempunyai peranan yang penting untuk  campaign marketing dan promosi pariwisata, dengan tujuan loyalitas masyarakat semakin kuat terhadap sektor pariwisata Brebes, sehingga tercipta kondisi yang “Harmonis” serta terciptanya repeater effect .

Lomba foto ini bertujuan sebagai sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, dimana dalam pasal 30 point j. menyelenggarakan bimbingan masyarakat sadar wisata. Ditangkap positif oleh IFDWB sebagai garda terdepan promosi pariwisata brebes kepada kaum muda dalam penyelenggaraan lomba foto sadar wisata tahun 2017. Kemudian sebagai sosialisasi digital platform yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes khususnya bidang pariwisata seksi usaha, pemasaran dan promosi pariwisata.

SYARAT-SYARAT DAN KETENTUAN  TEKHNIS  LOMBA

  1. Lomba Foto bersifat tidak rasis, serta mengandung unsur SARA dan pornografi
  2. Terbuka untuk umum untuk wilayah Brebes, Tegal dan Slawi (Panitia/IFDWB, seluruh pengelola DTW di Kab. Brebes tidak diperkenankan mengikuti lomba).
  3. Tidak dipungut biaya.
  4. Foto milik pribadi (bukan karya orang lain), belum pernah memenangkan lomba foto apapun dengan umur foto minimal 1 bulan.
  5. Foto harus sesuai dengan Tema “RAMAH TAMAH & KENANGAN : HARMONIS, BERBUDAYA DAN NUANSA ALAM”.
  6. Lokasi obyek pengambilan foto di seluruh wilayah daya tarik wisata di Kabupaten Brebes, baik yang dikelola pemerintah daerah atau masyarakat ataupun embrio/pengembangan.
  7. Jumlah foto tiap peserta dapat mengirimkan fotonya 1 lembar foto.
  8. Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia.
  9. Foto dikirimkan dalam bentuk cetakan soft copy, dikirimkan ke email din.pariwisata.brebes@gmail.com Ukuran File digital foto berketentuan disimpan dalam format JPG Nama file digital : namapeserta_judul_lokasipemotretran_NomorHP.
  10. Diposting di instagram mention @pariwisatabrebes dengan cara Follow akun instagram @pariwisatabrebes;
  11. Tidak diperkenankan mencantumkan data, tulisan/gambar apapun di bagian depan foto;
  12. Tidak diperkenankan menggunakan drone;
  13. Peserta dapat menggunakan handphone dengan resolusi minimal 8 megapixel atau dapat menggunakan kamera DSLR;
  14. Rekayasa digital dizinkan sebatas sama dengan yang biasa dilakukan dalam kamar gelap fotografi film, yaitu : cropping, kontras, dodging dan burning, saturasi.
  15. Semua foto pemenang menjadi milik Panitia dan Panitia berhak menggunakan foto tersebut sebagai bahan publikasi tanpa harus meminta izin terlebih dahulu.
  16. Panitia tidak mengembalikan foto yang dikirim melalui email oleh Peserta
  17. Foto harus sudah diterima panitia pada tanggal1 s/d 24 Juli 2017 pukul 16.00 WIB;
  18. Keputusan Dewan Juri sah dan tidak dapat diganggu gugat.
  19. Hadiah total : Rp. 1.000.000,-, trophy dan merchandise dari IFDWB.
  20. Pemenang lomba foto bukan atas dasar like dan komentar terbanyak
  21. Penjurian dilakukan tanggal27 Juli 2017, oleh panitia / IFDWB.
  22. Pengumuman Pemenang 2 Agustus 2017, Penyerahan Hadiah: 3 Agustus 2017SYARAT PENGUMPULAN FOTO
  1. Karya foto dapat dikirim melalui email
  2. Pengiriman foto melaui email :
  • Peserta mengirimkan 1 foto terbaik dalam bentuk file digital sesuai ketentuan syarat di atas
  • Dimasukan dalam satu folder dan maksimal besaran folder minimal 10(sepuluh) MB maksimal 25 MB
    (G5744SR)

Telur Asin Khas Brebes

Telur asin Brebes sangat terkenal khususnya di pulau Jawa

Telur asin Brebes sangat terkenal khususnya di pulau Jawa. Dibuat dari telur itik yang dibubuhi arang merah yang telah diberi garam. Setelah beberapa hari, garam akan meresap melalui dinding kulit telur. Ada dua macam telur asin sesuai dengan cara prosesnya, yakni telur asin yang dimasak dengan cara dipanggang dan telur asin yang dimasak degan cara direbus. Telus asin paggang lebih mahal dan lebih tahan lama. Produk telur asin ini bisa didapatkan di sepanjang jalur Pantura di Kota Brebes.