Pengumuman Vlog Competition Brebes 2018

Penyerahan hadiah berupa piagam dan uang tunai serta trophy dalam Vlog Competition Pariwisata Brebes 2018 yang di selenggarakan oleh Seksi Usaha Pemasaran dan Promosi Pariwisata Brebes di Aula kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Rabu (21/3/2018). Hadiah diserahkan langsung oleh Kepala Dinbudpar Bapak Ir. AMIN BUDI RAHARJO, M.Pi dan Sekretaris serta Kepala Seksi Bidang Pariwisata Kabupaten Brebes para pemenang yakni:

– Juara I : Firmansyah Cendekia Utomo (Jl Kembang Raya 43, Senen, Jakarta Pusat)
– Juara II : Andy Prasetyo (Panggung Tegal)
– Juara III : Akhirudin (Jl. Mangga Dua kaligangsa Wetan Brebes)
– Juara Harapan I : Mujiana Bagus Al Aziz (Kec. Margasari, Kab. Tegal)
– Juara harapan II : Moh. Imam Tawakal (Jl. Jepara Margadana Kota Tegal)
– Juara Harapan III : Adentya Elmas Pranawa (Gandasuli Brebes)

Dalam sambutan Kepala Dinas mengatakan, Pariwisata Brebes memang sudah di kenal oleh masyarakat luas daerah dibuktikan dengan adanya peserta Vlog Competition dari Jakarta dan di harap para peserta juga masih terus ikut mengenalkan potensi pariwisata yang ada di Brebes.

Follow IG kami @pariwisatabrebes atau klik http://bit.ly/2AJudhO

#vlogcompetition
#vlogpariwisata
#vlogcompetition2018
#vlogcompetitionbrebes2018
#pengumumanvlog
#pariwisatabrebes
#brebes_sejenkaroliyane

Agrowisata Kaligua

Agrowisata ini berupa perkebunan teh kaligua milik PTP Nusantara IX yang luasnya 779 Hektar. terletak dilereng gunung Slamet pada ketinggian 1.550 Mdpl. Berlokasi di Dusun Kaligua, Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Brebes, kebuh teh Kaligua didirikan pada tahun 1899 oleh Culture Ondeneming di negeri Belanda. Diwilayah ini terdapat produk perkebunan teh hitam yang 90% diekspor dan 10%-nya untuk pasar lokal.

Lokasi wisata ini terbentang diatas bukit dan lembah. Hawa sejuk pegunungan membuat rasa nyaman dan segar sehingga tepat sekaliuntuk beristirahat melapas lelah atau vbersama keluarga berjalan-jalan disekitar kebun menikmati udara pegunungan yang segar dan bebas polusi. Selai itu adanya sumber air sejuk yang menyegarkan yang disebut tuk bening pitu. Fasilitas yang lain yaitu adanya area outbond game, tempat istirahat, homestay dan cafe, camping ground dan lain-lain. Dilokasi kaligua juga terdapat gua yang dinamakan Gua Jepang.

G5744SR

Mangrovesari Pandansari Brebes

 

Desa Wisata Mangrove Pandansari (Dewi Mangrove Sari) adalah hasil dari semangat warga masyarakat dalam melawan abrasi sehingga 10 tahun tertanam lebih dari 210 Ha hutan mangrove untuk mencegah abrasi. Dari hasil peneneman dan rehabilitasi mangrove muncul potensi pengembangan untuk Wisata Mangrove. Disamping potensi hutan bakau potensi lain adalah untuk Olahraga Air (Surfing, Layar, Sky Air, Kano, Dayung, Mancing mania) sementara potensi sand island atau pulau pasir sangat asyik untuk melihat matahari terbenam. Aktivitas nelayan pencari ikan, udang, kerang juga menjadi pemandangan unik perjalanan menuju pulau pasir, selama perjalanan akan diikuti oleh lompatan ikan-ikan Blanak disamping kanan kiri perahu serta munculnya ubur-ubur. Aneka kerang juga bisa dicari di lokasi pulau pasir yang panjangnya hampir 10 Km.

Kuliner dan kerajinan khas pesisir menjadi daya tarik menu khas yang berbeda dari daerah lain, dengan makanan yang memiliki sensasi rasa berbeda, batik mangrove dan kerajinan kerang dapat dapat dijadikan buah tangan yang khas serta buah lokal sawo yang memiliki cita rasa unik dibanding sawo daerah lain.

Budidaya perikanan yang yang tidak dijumpai di daerah lain, pembibitan nener, kepiting keramba, kepiting soka / lemburi, rumput laut, kerang darah, kerapu dan kakap jaring apung wisata pembelajaran serta pemberian makanan pada ikan dan kepiting soka serta proses budidaya merupakan pengalaman unik,
Tracking mangrove sepanjang 1 Km. menara pantau burung, Gazebo untuk menikmati sunset, dan dermaga apung. rencana kedepan adalahHutan pesisir selain mangrove, pertanian organik, taman kupu-kupu, taman edukasi ekosistem pesisir, centra kerajinan kerang dan batik mangrove, Pembibitan mangrove/Nursey. Joglo mangrove sebagai mangrove Information Center

  • Jambore mangrove adalah event kegiatan yang dilakukan bersama mahasiswa UMUS dan kelompok masyarakat, mengundang Pramuka (November dan april Tepatnya Hari menanan dan hari Bumi) dengan di Ikuti pelajar tingkat SMP, SMA dan Mahasiswa di Lingkungan Kab. Brebes.
  • Rajah Bumi dan Air. Upacara/ ritual dengan pembacaan kidung dan doa keselamatan untuk masyarakat pesisir di sampaikan kepada Sang Maha Pencipta dengan diiringi lantunan musik jawa dan pasundan.
  • Festival Desa Pesisir. Event yang di adakan oleh masyarakat pesisir 14 desa yang ada di kabupaten Brebes dan tidak menutup kemungkinan dari desa-desa lain yang tertarik ikut berkolaborasi dibidang seni pesisiran, hasil karya kerajinan dan adat istiadat, pameran kuliner pesisiran pentas budaya pesisiran dll.
  • Merta Bumi Sedekah Bumi. Ungkapan rasa syukur masyarakat di sektor pertanian kepada Tuhan YME serta penghormatan terhadap BUMI pertiwi dengan upacara ritual serta oementasan wayang.
  • Sedekah laut atau picuan upacara upacara pesta dan ritual para nalayan sebagai ungkapan terimakasih atas berkah dan rejeki dari Tuhan YME serta penghormatan kepada laut sebagai tempat mencari nafkah.(pelaksanaan Minggu dengan Hiburan dari berbagai Daerah)
  • Mangrove Education (Paket Wisata Pelajar untuk belajar tentang budaya masyarakat lokal dan ekosistem mangrove)

Lonjakan Wisatawan di Brebes Rata-Rata di H+2, Situasi Aman Terkendali.

Salah satu atraksi flying fox mini disediakan oleh Pengelola DTW Cawiri Banjarharjo Brebes

Lebaran dimanfaatkan untuk mengunjungi sanak saudara dan berkunjung ke tempat wisata sebagai nilai edukasi serta refreshing. Situasi seperti ini digunakan untuk berwisata bersama rekan dan saudara, apalagi menikmati pemandangan pesona waduk malahayu dari Gardu Pandang Cawiri serta atraksi mini flying fox dan panjat tebing yang disuguhkan oleh pihak pengelola Dadablanga . Dari hasil pantauan yang dilaksanakan oleh kontributor Pariwisata Brebes, rata-rata puncak arus wisatawan terjadi di H+2, yaitu di Daya Tarik Wisata (DTW) Dadablanga Cawiri Banjarharjo Brebes, seperti yang diungkapkan oleh Mustafid selaku koordinator pengelola wisata, terpantau bahwa kepadatan pengunjung sebesar 3500 wistawan, dan pada hari ini (29/06/2017) diprediksi kira-kira sejumlah 1000 pengunjung yang datang. Langkah yang dilakukan oleh pihak pengelola DTW Cawiri dalam menganitisipasi lonjakan pengunjung pada kemarin lusa (H+2) adalah dengan memberlakukan pos pos tiket tanda masuk di titik rawan kemacetan, tidak terpaku pada satu pos tiket, sehingga dapat mengurai serta meminimalisir kemacetan dibantu sejumlah anggota Satgas dari Polsek dan Koramil Banjarharjo sebagai langkah pengamanan sehingga tercipta situasi yang kondusif dan terkendali serta dari pihak Dinas Kesehatan Brebes mengirimkan beberapa personil untuk berjaga-jaga bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Becak air banyak diminati oleh pengunjung di BBM Banjarharjo Brebes

Terpisah, pihak otoritas Event Lebaran/ Idul Fitri 1438H/2017 di Waduk Malahayu dan BBM Banjarharjo Brebes yaitu Casta mengungkapkan situasi terpantau ramai lancar pada hari ini (29/06/2017). Mengalami lonjakan pengunjung pada H+2 dan situasi kondisi aman terkendali dengan jumlah pengunjung sebesar 8500 wisawatan, lalu langkah antisipasi dalam mengurai kemacetan sebagai evaluasi event lebaran tahun 2016 yang lalu yang mengalami kemacetan dari pertigaan Malahayu sampai dengan pintu masuk, pihaknya mengambil kebijakan untuk membuka kantong-kantong parkir sepanjang lokasi masuk DTW ini dengan memanfaatkan halaman rumah warga sekitar untuk dijadikan lahan parkir. Tak hanya menyuguhkan panorama alamnya saja Waduk Malahayu juga kini berhias diri dan berinovasi dalam menciptakan magnet wisatawan yang berkunjung yaitu dengan menyelenggarakan panggung hiburan rakyat, area permainan bebek dan mandi bola air, perahu wistawa, terapi ikan serta kuliner khas bandeng bakar ala BBM Malahayu Banjarharjo Brebes. Sampai saat ini situasi aman terkendali dibantu dengan pihak Satgas Polres dan Koramil Banjarharjo serta dari fasilitas layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Brebes. Namun sangat disayangkan jika dilihat dari pantauan udara unsur kebersihan kurang diperhatikan oleh Pengelola maupun para pengunjung, dikarenakan minimnya fasilitas tempat / tong sampah sebagai bahan evaluasi hasil monitoring dua DTW yang ada di Banjarharjo Brebes pada event lebaran 1438 H /2017 tahun ini. Demikian laporan dari kontributor pariwisatabrebes.net (g5744sr)