Ajang Pemilihan Sinok Sitong Duta Wisata (PSSDW) Kabupaten Brebes Tahun 2018

Kabupaten Brebes kembali menggelar Ajang Pemilihan Sinok Sitong Duta Wisata (PSSDW) Kabupaten Brebes Tahun 2018, Memilih putra putri yang berwawasan luas, berbudaya, komunikatif, dan berkepribadian, Ayo ikut andil dalam ajang PSSDW Tahun 2018.

Are you ready to join us next Ambassador ?

Let’s get started!

Perlunya Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)

TDUP sebagai proses legalisasi Daya Tarik Wisata sekaligus upaya tertib hukum, administrasi pengelolaan DTW

Harmonisasi Vertikal adalah upaya untuk menyelaraskan, menyerasikan, menyeimbangkan, menyesuaikan, dan mengonsistensikan seluruh elemen yang terdapat dalam peraturan daerah yang sedang disusun dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi terutama dalam lingkup pengaturan yang sama/sejenis, dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat setempat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

Sejalan dengan pertumbuhan dan era transformasi pengelolaan sektor pariwisata, bukan hanya dibidang industri pariwisata, tetapi potensi sumber daya manusia dan sumber daya pengelolaan secara managerial harus ditingkatkan pula, guna menghadapi pasar ekonomi global serta menyongsong era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ditunjukan dengan sertifikasi usaha dan sertifikasi profesi (soft skill, hard skill, dan management skill)

Sejalan dengan program Masyarakat Ekonomi Asean adalah jejaring peningkatan kualifikasi dan kuantitas sumber daya manusia yang dibuktikan dengan sertifikasi profesi yang sudah diperolehnya melalui kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya. Tidak menutup kemungkinan pertukaran tenaga kerja antar Negara.

Potensi sektor usaha pariwisata yang makin merebak dan mulai terekplorasi oleh masyarakat yang mau peduli dengan data tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar daya tarik wisata, adalah hal yang patut diperhatikan oleh pemerintah, akan tetapi yang terpenting adalah keberlangsungan dan kontinuitas sektor industri pariwisata tersebut dalam naungan payung hukum yang jelas dan terukur.

Pengeluaran Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) tanda bukti ini dikeluarkan oleh KPPT/PM-PSTSP setempat setelah persyaratan dilengkapi oleh pengusaha, dimana TDUP ini adalah modal awal bagi lembaga/perusahaan, maupun pengelola dan karyawannya sebagai syarat mutlak yang wajib dimiliki dalam melaksanakan uji kompetensi usaha dan profesi yang dilaksanakan oleh LSP dan LSU yang ditunjuk.

Download Persyaratan dan Tatacara Pendaftaran TDUP

Apa Itu Sadar Wisata & Sapta Pesona ?

 

Juru gambar : Slamet Riyadi
Kegiatan Aksi Sadar Wisata, salah satu peran aktif masyarakat sebagai tuan rumah yang baik

SADAR WISATA
Sadar Wisata dapat didefiniskan sebagai sebuah konsep yang menggambarkan Partisipasi dan Dukungan Segenap komponen masyarakat dalam mendorong Terwujudnya Iklim yang kondusif bagi tumbuh berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah. Dalam konteks pengertian tersebut, maka gerakan Sadar Wisata dapat dijabarkan :
Pertama, Gerakan untuk menumbuhkan kesadaran dan peran seluruh komponen masyarakat dalam perannya sebagai tuan rumah (host) untuk menerapkan dan mewujudkan Sapta Pesona yang didalamnya meliputi unsur-unsur : aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.
Kedua, gerakan untuk menumbuhkan motivasi, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dalam perannya sebagai wisatawan (guest) untuk mengenali dan mencintai tanah air.

Kebersihan merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam membangun sektor kepariwisataan di dalam suatu wilayah/daerah

SAPTA PESONA
Sapta Pesona merupakan jabaran konsep SADAR WISATA, khususnya yang terkait dengan dukungan dan peran serta masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasan kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, melalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih,sejuk, indah dan unsur kenangan.

UNSUR – UNSUR SAPTA PESONA
(1) Aman, daerah tujuan wisata yang memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(2) Tertib, suatu kondisi lingkungan dan pelayanan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi dan profesional, serta kualitas fisik dan layanan yang teratur maupun efesien sehingga memberikan rasa nyaman bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(3) Bersih, kualitas produk dan pelayanan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang bersih dan sehat / higienis sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(4) Sejuk, Destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyama dan “betah” bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(5) Indah, destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang.
(6) Ramah Tamah, sikap masyarakat di destinasi pariwisata / wisata yang mencerminkan suasana yang akrab, terbuka dan penerimaan yang tinggi akan memberikan rasa nyaman, diterima dan “betah” (seperti di rumah sendiri) bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(7) Kenangan, pengalaman yang berkesan yang diperoleh wisatawan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang akan memberikan rasa senang dan kenangan indah yang membekas bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang.

SADAR WISATA MENUJU KESEJAHTERAAN RAKYAT
Makna yang terkandung dalam konsep SADAR WISATA adalah dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangknya kepariwisataan disuatu wilayah. Konsep tersebut telah menempatkan posisi dan peran penting masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan baik sebagai tuan rumah (untuk menciptakan lingkungan dan suasana mendukung di wilayahnya) maupun sebagai wisatawan (untuk menggerakan aktivitas kepariwisataan di seluruh wilayah tanah air, mengenali dan mencintai tanah air).
Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan yang menekankan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat serta orientasi pembangunan yang mengarah pada 3(tiga) pilar, yaitu : Pro Job (menciptakan lapangan kerja), Pro Poor (menanggulangai dan mengurangi kemiskinan), dan Pro Growth (mendorong pertumbuhan). Maka makna konsep sadar wisata perlu diperdalam agar meningkatkan posisi masyarakat sebagai penerima manfaat yang sebesar-besarnya dari pengembangan kegiatan kepariwisataan.

Tentang Kepariwisataan

Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, menegaskan bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan Kepariwisataan. Masyarakat akan tertarik untuk ikut aktif dalam menunjang berhasilnya pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Brebes, apabila mereka mampu memahami dan menghayati tujuan dan manfaat pembangunan pariwisata itu bagi mereka dan bagi kepentingan bangsa dan negara. Sikap dan tindakan mereka akan berkembang ke arah positif apabila dalam diri mereka timbul kesadaran dan motivasi untuk aktif berperan dalam kegiatan-kegiatan pembangunan pariwisata.
Upaya pemahaman masyarakat tentang Sadar Wisata dan Sapta Pesona perlu terus dilaksanakan dan ditingkatkan secara berkesinambungan. Untuk itulah kami perlu menginformasikan melalui media online dalam rangka meningkatkan kesadaran dan peran aktif segenap masyarakat agar berperan dalam pembangunan pariwisata.
Pengertian-Pengertian (Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan)
a. Wisata
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.
b. Wisatawan
Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata.
c. Pariwisata
Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah.
d. Kepariwisataan
Kepariwisataan adalah seluruh kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah Daerah dan pengusaha.
e. Daya tarik Wisata
Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
f. Destinasi Pariwisata
Destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.
g. Usaha Pariwisata
Usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jawa bagi pemenuhan kebutuhan wistawan dan penyelenggaraan pariwisata.
h. Pengusaha Pariwisata
Pengusaha pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.
i. Industri Pariwisata
Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jawa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.
Pengelompokan Perjalanan Wisata
Perjalanan wisata dapat dikelompokan dalam berbagai jenis perjalanan, menurut :
1. Tujuan, misalnya ziarah atau keagamaan, kunjungan keluarga, konvensi, pesiar dan lain-lain
2. Pengaturan perjalanan, seperti perorangan atau rombongan
3. Negara asal wisatawan yakni : wisatawan nusantara (Wisnus) atau Wisatawan Mancanegara (Wisman)

Mengapa Melakukan Perjalanan
Dorongan untuk melakukan perjalanan wisata, dapat disebabkan seperti :
1. Kondisi Lingkungan
2. Konsisi Sosial Budaya
3. Kondisi Ekonomi
4. Pengaruh

Prinsip-Prisnip Penyelengaraan Kepariwisataan
Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip
a. Menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dari konsep hidup dalam keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan antara manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan lingkungan
b. Menjunjung tinggi hak asasi manusia, keragaman budaya dan kearifan lokal
c. Memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat, keadilan, kesetaraan dan proposionalitas
d. Memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup
e. Memberdayakan masyarakat setempat
f. Menjamin keterpaduan antar sektor, antar daerah, antara pusat dan daerah yang merupakan satu sistemik dalam kerangka otonomi daerah, serta keterpaduan antar pemangku kepentingan
g. Mematuhi kode etik kepariwisataan dunia dan kesepakatan internasional dalam bidang pariwisata
h. Memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.