Gandeng Tenaga Pendidik Untuk Promosikan Wisata Dalam Daerah

Pariwisata Brebes – Bertempat di Hotel Kencana Brebes sebagai start kegiatan Jelajah Wisata Dalam Daerah 2017, sebagai tindaklanjut dari kegiatan Ikatan Forum Duta Wisata Brebes (IFDWB) Goes To School di beberapa wilayah Kabupaten Brebes yang seharusnya dilaksanakan 27-28 Agustus 2017 diselenggarakan pada tanggal 1-2 Agustus 2017, gelaran acara ini bertujuan melihat secara langsung potensi wisata di masing-masing Daya Tarik Wisata (DTW), diikuti oleh perwakilan tenaga pendidik tingkat SMP dan SMA/SMK wilayah Utara, Tengah dan Selatan sejumlah 17 Perwakilan, 15 panitia penyelenggara, 3 unsur perwakilan DTW Brebes, serta 1 perwakilan dari Forum Komunikasi Desa Wisata Tingkat Provinsi Jawa Tengah, dilepas oleh Kepala Bidang Pariwisata Dinbudpar Brebes, Iskandar Agung, S.Pi, M.Pi

Lingkungan Pendidikan memiliki kebutuhan akan kegiatan ekstrakurikuler, berupa kegiatan Pramuka, Paskibra, PMR, serta Darma Wisata, dan sejenisnya. Momen kegiatan inilah yang kami tangkap sebagai ajang promosi pariwisata, bukan hanya berdarma wisata tetapi memberikan nilai-nilai edukasi, kreatifitas, serta rasa cinta tanah air. Lokasi sebagai agenda Jelajah Wisata ini, antara lain : (1) Wisata Mangrovesari Pandansari Kaliwlingi Brebes, (2) Waduk Malahayu Banjarharjo Brebes, (3) Wisata Puncak Kalibaya Gunung Lio Salem Brebes, (4) Wisata Body Rafting Ranto Canyon Winduasri Salem Brebes, (5) Wisata Panenjoan Wanoja Salem Brebes, dan (6) Wisata Rekreasi Kubang Bali Resort.

Meskipun berbagai DTW bermunculan di Kabupaten Brebes, namun dirasa kurang diketahui oleh pasar di kalangan tenaga pendidik. Ini menunjukan bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes perlu mengadakan ajang promosi pariwisata secara langsung ke lokasi DTW kepada tenaga pendidik. Melihat hal ini Dinbudpar Brebes dalam hal ini Bidang pariwisata perlu mengadakan kegiatan promosi pariwisata Brebes secara berkelanjutan, sekaligus memberikan brosur-brosur paket wisata masing-masing DTW yang ada di Kabupaten Brebes. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu peserta Mulyaningsih, mengapresiasikan kegiatan ini, ditambah kesan yang begitu luar biasa, tinggal bagaimana masyarakat atau pengelola wisata mengelola potensi yang ada menjadi tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi sekaligus menjadi aset daerah.

Kubang Bali Resort sebagai point terakhir penyelenggaraan Jelajah Wisata, bertempat di Aula KBR sebagai closing of adventure. Online tidak akan menggantikan offline. Justru keduanya harus diintegrasikan untuk membangun pengalaman peserta jelajah wisata yang lebih baik lagi. Pengalaman baik tersebut akan menumbuhkan apa yang disebutkan brand commitment kepada peserta pada DTW yang dikunjunginya. Tentunya dukungan serta kolaborasi Dinbudpar Brebes, Pengelola DTW kepada sekolah-sekolah untuk dapat menciptakan paket wisatanya masing-masing melalui brosur, leaflet dengan “sistem jemput bola agar mampu merespon setiap titik customer path saat ini.

Ucapan terima kasih atas partisipasinya serta permohonan maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan Jelajah Wisata ini agar kedepan pelaksanaan promosi pariwisata daerah dapat terus ditingkatkan dan berkesinambungan ditahun mendatang pungkas Iskandar Agung (g5744sr).

Pokdarwis “Geger Halang Malahayu” Raih Juara I Jambore Pokdarwis Tingkat Kabupaten Tahun 2017

Pariwisata Brebes- Bertempat di Agro Wisata Kebun Teh Kaligua, Dinbudpar Kabupaten Brebes Bidang Pariwisata menggelar agenda untuk yang pertama kalinya Jambore Pokdarwis diikuti oleh 11 Kelembagaan Pokdarwis Brebes dari tanggal 7 /sd 9 Agustus 2017.

Mengambil Tema Penguatan Kelembagaan Pariwisata serta orientasi Pengembangan Kelompok Sadar Wisata dihadiri oleh Muspika setempat, perwakilan PTPN IX Kaligua, serta hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Ir. Amin Budi Raharjo, M.Pi dalam sambutan sekaligus pembukaan “Jamu Pedes” (Jambore Musyawarah Pokdarwis, Desa Wisata) memamparkan Jambore Kelompok Sadar Wisata tersebut untuk meningkatkan kualitas SDM bidang pariwisata. “Kami ingin meningkatkan peran dan posisi Pokdarwis sebagai unsur masyarakat dalam pembangunan kepariwisataan,” ujarnya.

Iskandar Agung, S,.Pi, M.si selaku Kepala Bidang Pariwisata Dinbudpar Brebes mengharapkan majunya kepariwisataan di Kabupaten Brebes benar-benar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama warga di sekitar destinasi wisata. Serta masyarakat diminta terus memunculkan kreativitas dan inovasi-inovasi baru, sehingga muncul destinasi wisata baru. Sedangkan bentuk kegiatan Jambore adalah lomba kepariwisataan meliputi, tes tertulis, pre test mengenai kepariwisataan, studi kasus megenai Sapta Pesona, Aksi Sapta Pesona, paparan Sapta Pesona, Swa Foto dan apresiasi seni berupa yel yel.

Tim Penilai Jambore Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tingkat Provinsi Jawa Tengah yaitu dalam hal ini diketuai oleh Supomo, M.Par dibantu oleh Eko Supriyanto serta Ali Khaedar melaksanakan penilaian terhadap 11 Peserta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Berdasarkan berita acara keputusan Dewan Juri Jambore Pokdarwis mengumumkan Juara Jambore Pokdarwis yakni :
Juara I / Juara Umum : Pokdarwis Geger Halang Malahayu Banjarharjo Brebes
Juara II : Pokdarwis Pandansari Paguyangan Brebes
Juara III : Pokdarwis Ranto Canyon Salem Brebes
Juara Harapan I : Pokdarwis Mangrovesari Pandansari Brebes
Juaran Hapan II : Pokdarwis Cipanas Buaran – Bantarkawung Brebes
Juara Harapan III : Pokdarwis Waduk Penjalin – Paguyangan Brebes
Juara Pre Test : Pokdarwis Ranto Canyon
Juara Swafoto : Pokdarwis Waduk Penjalin
Juara Yel-Yel : Pokdarwis Pandansari Paguyangan Brebes
Juara Test Tertulis : Pokdarwis Cipanas
Juara Studi Kasus : Pokdarwis Geger Halang Malahayu Banjarharjo Brebes
Juara Paparan : Pokdarwis Geger Halang Malahayu Banjarharjo Brebes

Dikatakan salah satu tujuan Jambore Pokdarwis ini adalah agar kelompok sadar wisata dapat memahami serta mampu serta mampu mewujudkan konsep sadar wisata dan prinsip prinsip sapta pesona, menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk mencintai tanah airnya. “Selain itu jambore ini dimaksudkan untuk menguatkan kerukunan anggota kelompok dengan masyarakat melalui partisipasi dan kerja sama dalam menggerakkan pembangunan kepariwisaat khususnya di wilayah ini,” Ujar Supomo, M.Par.

Seperti diketahui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Geger Halang Malahayu Banjarharjo Brebes terpilih berhak untuk mewakili Kabupaten Brebes ke tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam bulan Agustus 2017 ini. (g5744sr)

Pantauan Jalur Wisata Area Selatan Pada H+5 Terpantau Ramai Lancar.

Jalur Lio merupakan akses penghubung 3 (tiga) Daya Tarik Wisata (DTW) yaitu Wisata Puncak Gunung Lio atau terkenal dengan nama Kalibaya, menawarkan spot foto selfie dengan background pemandangan Waduk Malahayu ditambah dengan ramuan manis tempat untuk berselfie atau berwefie ria dari pihak pengelola Kalibaya, tak hanya menyuguhkanspot selfie, juga tersedia atraksi ayunan angkasa, flying fox mini, cafetaria serta ragam atraksi wisata lainnya, mengalami puncak arus kunjungan wisata pada H+3 dengan jumlah kunjungan sebesar 3500 wisatawan ungkap Jojo selaku pengelola Kalibaya.

 

Tetap waspada serta cek kondisi kendaraan dan fisik, jika lelah beristirahatlah di bahu jalan yang aman atau di fasilitas rest area yang telah ditentukan.

Bagi anda yang baru melalui jalur lio ini, hendaknya waspada sekaligus memperhatikan kondisi kendaraan serta fisik Anda, disebabkan jalur ini merupakan jalur yang cukup rawan kecelakaan. Untuk mengantisipasi dan menekan angka kecelakaan dijalur Lio ini ada beberapa langkah antisipasi yang dilakukan oleh relawan dari desa Pasir Panjang Salem Brebes antara lain, siap siaga serta mengatur arus lalu lalang kendaraan di titik titik black spot, memasang rambu-rambu peringatan, menyediakan rest area yang telah ditentukan, menyiram rem cakram dengan air sembari istirahat dan menurunkan temperatur mesin kendaraan. Hal ini sangat membantu pengunjung serta penduduk sekitar yang hendak berwisata ataupun melakukan aktifitas sehari-hari, sampai informasi ini diterbitkan (30/06/2017) terpantau nihil angka kecelakaan di jalur ini.

Secara marathon menuju wisata yang kedua, destinasi wisata ini memang diperuntukan bagi kaum muda yang menyukai tantangan serta body rafting sepanjang 670 meter tracking spot tantangan adrenalin penjelajahannya, tak lain adalah Ranto Canyon, terletak di Desa Winduasri Salem Brebes pada H+1 tercatat jumlah kunjungan sebesar 170 wistawan, serta puncak arus kunjungan pada H+3 sejumlah 226 wisatawan didominasi oleh warga Cirebon dan Brebes, langkah yang diambil pengelola Ranto Canyon dalam menekan kecelakaan adalah dengan memberlakukan sistem insidental time dan direct cashback, dikandung maksud jika kondisi cuaca hujan maka kegiatan body rafting ditutup pada saat itu, serta bagi wisatawan yang terlanjur membayar paket susur sungai dikembalikan sesuai jumlah kelompoknya, dikarenakan kondisi cuaca tak dapat diprediksi, hingga saat ini situasi terkendali tutur Zaenul Fahmi.

Selanjutnya menuju DTW Panenjoan, selalu ada yang berbeda jika Anda berkunjung kesini, inovasi serta kreatifitas kelompok pemuda Desa Wanoja Wanoja Salem Brebes yang diketuai oleh Ahkmad Latif selaku koordinator wisata panenjoan menyuguhkan fasilitas mini cafe dengan temaram lampu spot, serta dinding yang dihiasi oleh mural unik dengan tulisan

Penambahan area parkir, antisipasi lonjakan volume kendaraan di Panenjoan

utama “Panenjoan Salem” memanjakan wisatawan untuk bersuka ria serta ada yang memanfaatkannya untuk berselfie di cafe tersebut. Dapat kami informasikan bahwa kepadatan puncak pengunjung pada H+3 sejumlah 1385 wisatawan. Area kantong parkirpun sudah disiapkan sejak bulan Ramadhan kemarin sebagai langkah pencegahan agar penumpukan volume kendaraan yang tak terkendali serta kemacetan dapat teratasi. Kholidin SH, selaku Kasi Pengembangan Destinasi dan Sarpras Dinbudpar Brebes menghimbau hendaknya masing-masing DTW yang ada di Kabupaten Brebes mensosialisasikan unsur Sapta Pesona dikemas unik berupa baliho, xbaner maupun papan, serta program kedepan masing-masing DTW mempunyai space/lahan pemasangan baliho yang menampilkan peta wisata yang ada di Kecamatan tersebut dan Wisata Brebes secara keseluruhan sebagai ajang promosi, lalu hal terpenting adalah administrasi pengajuan rekomendasi TDUP. Hal lain adalah kebersihan menjadi sorotan event lebaran 1438 / 2017, untuk Panenjoan serta Ranto Canyon terpantau sejauh ini dapat menjaga kebersihan, dengan memberikan fasilitas tempat sampah di area umum, tiap-tiap kursi penjungung bahkan memberlakukan jam operasi pemungutan sampah secara gotong royong setelah jam kunjungan selesai. Sebagai bahan pemicu magnet kunjungan, Akhmad Latif menuturkan sajian kepada wisatawan selanjutnya adalah menyuguhkan program “Jin Botol” program ini sedang digodok dengan kelompok, pungkasnya.

Adapun total jumlah kunjungan wisatawan di seluruh DTW Kabupaten Brebes pada event Lebaran 1438 H/2017 sebagai laporan masing-masing koordinator/otoritas, akan diselenggarakan dalam agenda khusus dengan mengundang instansi terkait berupa Rapat Evaluasi Event Pekan Libur Lebaran 1438 H, wujud langkah tertib administrasi pengelolaan serta cipta iklim kondusif di DTW, akan dilaksanakan setelah Event Pekan Libur Lebaran selesai, demikian kontributor Pariwisata Brebes melaporkan untuk Anda. (g5744sr)

 

 

Lonjakan Wisatawan di Brebes Rata-Rata di H+2, Situasi Aman Terkendali.

Salah satu atraksi flying fox mini disediakan oleh Pengelola DTW Cawiri Banjarharjo Brebes

Lebaran dimanfaatkan untuk mengunjungi sanak saudara dan berkunjung ke tempat wisata sebagai nilai edukasi serta refreshing. Situasi seperti ini digunakan untuk berwisata bersama rekan dan saudara, apalagi menikmati pemandangan pesona waduk malahayu dari Gardu Pandang Cawiri serta atraksi mini flying fox dan panjat tebing yang disuguhkan oleh pihak pengelola Dadablanga . Dari hasil pantauan yang dilaksanakan oleh kontributor Pariwisata Brebes, rata-rata puncak arus wisatawan terjadi di H+2, yaitu di Daya Tarik Wisata (DTW) Dadablanga Cawiri Banjarharjo Brebes, seperti yang diungkapkan oleh Mustafid selaku koordinator pengelola wisata, terpantau bahwa kepadatan pengunjung sebesar 3500 wistawan, dan pada hari ini (29/06/2017) diprediksi kira-kira sejumlah 1000 pengunjung yang datang. Langkah yang dilakukan oleh pihak pengelola DTW Cawiri dalam menganitisipasi lonjakan pengunjung pada kemarin lusa (H+2) adalah dengan memberlakukan pos pos tiket tanda masuk di titik rawan kemacetan, tidak terpaku pada satu pos tiket, sehingga dapat mengurai serta meminimalisir kemacetan dibantu sejumlah anggota Satgas dari Polsek dan Koramil Banjarharjo sebagai langkah pengamanan sehingga tercipta situasi yang kondusif dan terkendali serta dari pihak Dinas Kesehatan Brebes mengirimkan beberapa personil untuk berjaga-jaga bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Becak air banyak diminati oleh pengunjung di BBM Banjarharjo Brebes

Terpisah, pihak otoritas Event Lebaran/ Idul Fitri 1438H/2017 di Waduk Malahayu dan BBM Banjarharjo Brebes yaitu Casta mengungkapkan situasi terpantau ramai lancar pada hari ini (29/06/2017). Mengalami lonjakan pengunjung pada H+2 dan situasi kondisi aman terkendali dengan jumlah pengunjung sebesar 8500 wisawatan, lalu langkah antisipasi dalam mengurai kemacetan sebagai evaluasi event lebaran tahun 2016 yang lalu yang mengalami kemacetan dari pertigaan Malahayu sampai dengan pintu masuk, pihaknya mengambil kebijakan untuk membuka kantong-kantong parkir sepanjang lokasi masuk DTW ini dengan memanfaatkan halaman rumah warga sekitar untuk dijadikan lahan parkir. Tak hanya menyuguhkan panorama alamnya saja Waduk Malahayu juga kini berhias diri dan berinovasi dalam menciptakan magnet wisatawan yang berkunjung yaitu dengan menyelenggarakan panggung hiburan rakyat, area permainan bebek dan mandi bola air, perahu wistawa, terapi ikan serta kuliner khas bandeng bakar ala BBM Malahayu Banjarharjo Brebes. Sampai saat ini situasi aman terkendali dibantu dengan pihak Satgas Polres dan Koramil Banjarharjo serta dari fasilitas layanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Brebes. Namun sangat disayangkan jika dilihat dari pantauan udara unsur kebersihan kurang diperhatikan oleh Pengelola maupun para pengunjung, dikarenakan minimnya fasilitas tempat / tong sampah sebagai bahan evaluasi hasil monitoring dua DTW yang ada di Banjarharjo Brebes pada event lebaran 1438 H /2017 tahun ini. Demikian laporan dari kontributor pariwisatabrebes.net (g5744sr)

Lomba Foto Pariwisata Sadar Wisata dan Sapta Pesona 2017

IFDWB bukan hanya sekedar promosi tetapi memberikan informasi terkait kepariwisataan di Kabupaten BrebesUntuk kali pertama Ikatan Forum Duta Wisata (IFDWB) secara mandiri menyelenggarakan lomba foto Sadar Wisata dan Sapta Pesona dengan tema “RAMAH TAMAH & KENANGAN : HARMONIS, BERBUDAYA DAN NUANSA ALAM”. Siapa sih IFDWB ? IFDWB merupakan putra-putri terbaik di Kabupaten Brebes yang dipilih melalui ajang Sinok Sitong dimulai seleksi tingkat Kabupaten sampai dengan tingkat Provinsi dan Nasional. Melalui kampanye platfotm digital yang dilaksanakan oleh IFDWB, dimana komponen media sosial mempunyai peranan yang penting untuk  campaign marketing dan promosi pariwisata, dengan tujuan loyalitas masyarakat semakin kuat terhadap sektor pariwisata Brebes, sehingga tercipta kondisi yang “Harmonis” serta terciptanya repeater effect .

Lomba foto ini bertujuan sebagai sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, dimana dalam pasal 30 point j. menyelenggarakan bimbingan masyarakat sadar wisata. Ditangkap positif oleh IFDWB sebagai garda terdepan promosi pariwisata brebes kepada kaum muda dalam penyelenggaraan lomba foto sadar wisata tahun 2017. Kemudian sebagai sosialisasi digital platform yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes khususnya bidang pariwisata seksi usaha, pemasaran dan promosi pariwisata.

SYARAT-SYARAT DAN KETENTUAN  TEKHNIS  LOMBA

  1. Lomba Foto bersifat tidak rasis, serta mengandung unsur SARA dan pornografi
  2. Terbuka untuk umum untuk wilayah Brebes, Tegal dan Slawi (Panitia/IFDWB, seluruh pengelola DTW di Kab. Brebes tidak diperkenankan mengikuti lomba).
  3. Tidak dipungut biaya.
  4. Foto milik pribadi (bukan karya orang lain), belum pernah memenangkan lomba foto apapun dengan umur foto minimal 1 bulan.
  5. Foto harus sesuai dengan Tema “RAMAH TAMAH & KENANGAN : HARMONIS, BERBUDAYA DAN NUANSA ALAM”.
  6. Lokasi obyek pengambilan foto di seluruh wilayah daya tarik wisata di Kabupaten Brebes, baik yang dikelola pemerintah daerah atau masyarakat ataupun embrio/pengembangan.
  7. Jumlah foto tiap peserta dapat mengirimkan fotonya 1 lembar foto.
  8. Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh Panitia.
  9. Foto dikirimkan dalam bentuk cetakan soft copy, dikirimkan ke email din.pariwisata.brebes@gmail.com Ukuran File digital foto berketentuan disimpan dalam format JPG Nama file digital : namapeserta_judul_lokasipemotretran_NomorHP.
  10. Diposting di instagram mention @pariwisatabrebes dengan cara Follow akun instagram @pariwisatabrebes;
  11. Tidak diperkenankan mencantumkan data, tulisan/gambar apapun di bagian depan foto;
  12. Tidak diperkenankan menggunakan drone;
  13. Peserta dapat menggunakan handphone dengan resolusi minimal 8 megapixel atau dapat menggunakan kamera DSLR;
  14. Rekayasa digital dizinkan sebatas sama dengan yang biasa dilakukan dalam kamar gelap fotografi film, yaitu : cropping, kontras, dodging dan burning, saturasi.
  15. Semua foto pemenang menjadi milik Panitia dan Panitia berhak menggunakan foto tersebut sebagai bahan publikasi tanpa harus meminta izin terlebih dahulu.
  16. Panitia tidak mengembalikan foto yang dikirim melalui email oleh Peserta
  17. Foto harus sudah diterima panitia pada tanggal1 s/d 24 Juli 2017 pukul 16.00 WIB;
  18. Keputusan Dewan Juri sah dan tidak dapat diganggu gugat.
  19. Hadiah total : Rp. 1.000.000,-, trophy dan merchandise dari IFDWB.
  20. Pemenang lomba foto bukan atas dasar like dan komentar terbanyak
  21. Penjurian dilakukan tanggal27 Juli 2017, oleh panitia / IFDWB.
  22. Pengumuman Pemenang 2 Agustus 2017, Penyerahan Hadiah: 3 Agustus 2017SYARAT PENGUMPULAN FOTO
  1. Karya foto dapat dikirim melalui email
  2. Pengiriman foto melaui email :
  • Peserta mengirimkan 1 foto terbaik dalam bentuk file digital sesuai ketentuan syarat di atas
  • Dimasukan dalam satu folder dan maksimal besaran folder minimal 10(sepuluh) MB maksimal 25 MB
    (G5744SR)

Event Kegiatan Bulan Juli 2017

Agenda Kegiatan Bulan Juli 2017 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes

 

Dua strategi yakni “Digital tourism” dan “Program yang sistematis serta dinamis, kami aplikasikan dalam penyelenggaraan kegiatan (1) Pembinaan Desa Wisata, (2) Pengiriman Desa Wisata, (3) Jelajah wisata, tidak hanya untuk mempromosikan pariwisata, namun juga untuk memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat, kepedulian ke masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah serta sebagai wadah dalam menampung potensi kreativitas anak muda mengenai sektor kepariwisataan. Untuk Peserta Kegiatan Jelajah Wisata diperuntukan bagi pengajar/Guru yang telah mengikuti IFDWB Goes To School di 3 (tiga) wilayah, Pantura, Tengah dan Selatan.

Dinas Kebudayaan & Pariwisata Brebes gelar rakor jelang Idul Fitri 1438 H /2017

Ir. Amin Budi Raharjo, M.Pi selaku Kepala Dinbudpar Brebes memimpin acara rakor persiapan Jelang Idul Fitri 1438 H (31/05/2017) bertempat di Aula Dinbudpar Brebes dihadiri oleh perwakilan Kapolres Brebes, perwakilan Dandim 0713 Brebes, Instansi terkait seperti BPPD Brebes, Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal-PTSP Brebes, DPU Taru Brebes, Dishubkominfo Brebes, Dinas Lingkungan Hidup Brebes, Satpol PP Brebes, PSDA Pekalongan Barat, serta seluruh pengelola DTW di Kabupaten Brebes (31/05/2017).

Rakor Jelang EVent Idul Fitri 1438 H /2017

Dalam pembahasan rakor diperlukan adanya Sinergitas Program antar Stakeholders terkait guna menciptakan rasa aman, tertib dan nyaman bagi para pengunjung DTW Para pengelola DTW diminta segera mempersiapkan sarana pendukung dan menerapkan Program Tetap (Protap) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk mengantisipasi angka kecelakaan serta menjaga situasi aman di tiap-tiap daya tarik wisata, perlu penambahan berbagai fasilitas yang ada di daerah tujuan wisata baik swadaya maupun bantuan dari Instansi terkait, juga ditegaskan agar para pengelola daya tarik wisata menerapkan :
1. Sapta pesona, Rambu keselamatan dan penunjuk arah, Tempat Parkir, Toilet yang layak dll;
2. Menyediakan Asuransi jiwa dan Penetapan HTM yang terjangkau;
3. Menyiapkan Sarana hiburan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, ketertiban dan norma agama;
4. Para pengelola DTW siap mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait guna menjamin kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan event lebaran;

Sementara itu ada 2 (dua) DTW milik Pemerintah Daerah yang dipihak ketigakan / dikontrakan yaitu Pantai Randusanga Indah Brebes dan Waduk Malahayu kecamatan Banjarharjo Brebes, Kepala Dinbudpar Brebes mengharapkan terciptanya iklim kondusif, aman, terkendali, serta pegajuan proses perijinan di tiap-tiap DTW berupa Tanda Daftar Usaha Pariwisata sebagai tertib administrasi dan tertib hukum.

Perlunya Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)

TDUP sebagai proses legalisasi Daya Tarik Wisata sekaligus upaya tertib hukum, administrasi pengelolaan DTW

Harmonisasi Vertikal adalah upaya untuk menyelaraskan, menyerasikan, menyeimbangkan, menyesuaikan, dan mengonsistensikan seluruh elemen yang terdapat dalam peraturan daerah yang sedang disusun dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi terutama dalam lingkup pengaturan yang sama/sejenis, dengan mempertimbangkan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat setempat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

Sejalan dengan pertumbuhan dan era transformasi pengelolaan sektor pariwisata, bukan hanya dibidang industri pariwisata, tetapi potensi sumber daya manusia dan sumber daya pengelolaan secara managerial harus ditingkatkan pula, guna menghadapi pasar ekonomi global serta menyongsong era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), ditunjukan dengan sertifikasi usaha dan sertifikasi profesi (soft skill, hard skill, dan management skill)

Sejalan dengan program Masyarakat Ekonomi Asean adalah jejaring peningkatan kualifikasi dan kuantitas sumber daya manusia yang dibuktikan dengan sertifikasi profesi yang sudah diperolehnya melalui kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya. Tidak menutup kemungkinan pertukaran tenaga kerja antar Negara.

Potensi sektor usaha pariwisata yang makin merebak dan mulai terekplorasi oleh masyarakat yang mau peduli dengan data tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar daya tarik wisata, adalah hal yang patut diperhatikan oleh pemerintah, akan tetapi yang terpenting adalah keberlangsungan dan kontinuitas sektor industri pariwisata tersebut dalam naungan payung hukum yang jelas dan terukur.

Pengeluaran Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) tanda bukti ini dikeluarkan oleh KPPT/PM-PSTSP setempat setelah persyaratan dilengkapi oleh pengusaha, dimana TDUP ini adalah modal awal bagi lembaga/perusahaan, maupun pengelola dan karyawannya sebagai syarat mutlak yang wajib dimiliki dalam melaksanakan uji kompetensi usaha dan profesi yang dilaksanakan oleh LSP dan LSU yang ditunjuk.

Download Persyaratan dan Tatacara Pendaftaran TDUP

Apa Itu Sadar Wisata & Sapta Pesona ?

 

Juru gambar : Slamet Riyadi
Kegiatan Aksi Sadar Wisata, salah satu peran aktif masyarakat sebagai tuan rumah yang baik

SADAR WISATA
Sadar Wisata dapat didefiniskan sebagai sebuah konsep yang menggambarkan Partisipasi dan Dukungan Segenap komponen masyarakat dalam mendorong Terwujudnya Iklim yang kondusif bagi tumbuh berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah. Dalam konteks pengertian tersebut, maka gerakan Sadar Wisata dapat dijabarkan :
Pertama, Gerakan untuk menumbuhkan kesadaran dan peran seluruh komponen masyarakat dalam perannya sebagai tuan rumah (host) untuk menerapkan dan mewujudkan Sapta Pesona yang didalamnya meliputi unsur-unsur : aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.
Kedua, gerakan untuk menumbuhkan motivasi, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat dalam perannya sebagai wisatawan (guest) untuk mengenali dan mencintai tanah air.

Kebersihan merupakan salah satu unsur yang paling penting dalam membangun sektor kepariwisataan di dalam suatu wilayah/daerah

SAPTA PESONA
Sapta Pesona merupakan jabaran konsep SADAR WISATA, khususnya yang terkait dengan dukungan dan peran serta masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasan kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, melalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih,sejuk, indah dan unsur kenangan.

UNSUR – UNSUR SAPTA PESONA
(1) Aman, daerah tujuan wisata yang memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(2) Tertib, suatu kondisi lingkungan dan pelayanan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi dan profesional, serta kualitas fisik dan layanan yang teratur maupun efesien sehingga memberikan rasa nyaman bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(3) Bersih, kualitas produk dan pelayanan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang bersih dan sehat / higienis sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(4) Sejuk, Destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyama dan “betah” bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(5) Indah, destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang.
(6) Ramah Tamah, sikap masyarakat di destinasi pariwisata / wisata yang mencerminkan suasana yang akrab, terbuka dan penerimaan yang tinggi akan memberikan rasa nyaman, diterima dan “betah” (seperti di rumah sendiri) bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
(7) Kenangan, pengalaman yang berkesan yang diperoleh wisatawan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang akan memberikan rasa senang dan kenangan indah yang membekas bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas dan potensi kunjungan ulang.

SADAR WISATA MENUJU KESEJAHTERAAN RAKYAT
Makna yang terkandung dalam konsep SADAR WISATA adalah dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangknya kepariwisataan disuatu wilayah. Konsep tersebut telah menempatkan posisi dan peran penting masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan baik sebagai tuan rumah (untuk menciptakan lingkungan dan suasana mendukung di wilayahnya) maupun sebagai wisatawan (untuk menggerakan aktivitas kepariwisataan di seluruh wilayah tanah air, mengenali dan mencintai tanah air).
Sejalan dengan perkembangan paradigma pembangunan yang menekankan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat serta orientasi pembangunan yang mengarah pada 3(tiga) pilar, yaitu : Pro Job (menciptakan lapangan kerja), Pro Poor (menanggulangai dan mengurangi kemiskinan), dan Pro Growth (mendorong pertumbuhan). Maka makna konsep sadar wisata perlu diperdalam agar meningkatkan posisi masyarakat sebagai penerima manfaat yang sebesar-besarnya dari pengembangan kegiatan kepariwisataan.

Tentang Kepariwisataan

Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, menegaskan bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan Kepariwisataan. Masyarakat akan tertarik untuk ikut aktif dalam menunjang berhasilnya pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Brebes, apabila mereka mampu memahami dan menghayati tujuan dan manfaat pembangunan pariwisata itu bagi mereka dan bagi kepentingan bangsa dan negara. Sikap dan tindakan mereka akan berkembang ke arah positif apabila dalam diri mereka timbul kesadaran dan motivasi untuk aktif berperan dalam kegiatan-kegiatan pembangunan pariwisata.
Upaya pemahaman masyarakat tentang Sadar Wisata dan Sapta Pesona perlu terus dilaksanakan dan ditingkatkan secara berkesinambungan. Untuk itulah kami perlu menginformasikan melalui media online dalam rangka meningkatkan kesadaran dan peran aktif segenap masyarakat agar berperan dalam pembangunan pariwisata.
Pengertian-Pengertian (Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan)
a. Wisata
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.
b. Wisatawan
Wisatawan adalah orang yang melakukan wisata.
c. Pariwisata
Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan Pemerintah Daerah.
d. Kepariwisataan
Kepariwisataan adalah seluruh kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah Daerah dan pengusaha.
e. Daya tarik Wisata
Daya Tarik Wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.
f. Destinasi Pariwisata
Destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang didalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.
g. Usaha Pariwisata
Usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/atau jawa bagi pemenuhan kebutuhan wistawan dan penyelenggaraan pariwisata.
h. Pengusaha Pariwisata
Pengusaha pariwisata adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan usaha pariwisata.
i. Industri Pariwisata
Industri Pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan/atau jawa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan pariwisata.
Pengelompokan Perjalanan Wisata
Perjalanan wisata dapat dikelompokan dalam berbagai jenis perjalanan, menurut :
1. Tujuan, misalnya ziarah atau keagamaan, kunjungan keluarga, konvensi, pesiar dan lain-lain
2. Pengaturan perjalanan, seperti perorangan atau rombongan
3. Negara asal wisatawan yakni : wisatawan nusantara (Wisnus) atau Wisatawan Mancanegara (Wisman)

Mengapa Melakukan Perjalanan
Dorongan untuk melakukan perjalanan wisata, dapat disebabkan seperti :
1. Kondisi Lingkungan
2. Konsisi Sosial Budaya
3. Kondisi Ekonomi
4. Pengaruh

Prinsip-Prisnip Penyelengaraan Kepariwisataan
Kepariwisataan diselenggarakan dengan prinsip
a. Menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dari konsep hidup dalam keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan Yang Maha Esa, hubungan antara manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan lingkungan
b. Menjunjung tinggi hak asasi manusia, keragaman budaya dan kearifan lokal
c. Memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat, keadilan, kesetaraan dan proposionalitas
d. Memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup
e. Memberdayakan masyarakat setempat
f. Menjamin keterpaduan antar sektor, antar daerah, antara pusat dan daerah yang merupakan satu sistemik dalam kerangka otonomi daerah, serta keterpaduan antar pemangku kepentingan
g. Mematuhi kode etik kepariwisataan dunia dan kesepakatan internasional dalam bidang pariwisata
h. Memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.